Chatbot AI Bard Salah Jawab, Google Merugi 100 Miliar USD

Table of Contents
Kesalahan Fatal Bard Saat Jelaskan James Webb Space Telescope Picu Reaksi Negatif dan Rugikan Google 

Chatbot AI Bard Salah Jawab, Google Merugi 100 Miliar USD. Bard adalah layanan AI percakapan eksperimental yang didukung oleh LaMDA, dibangun dengan menggunakan model bahasa besar dan mengambil informasi dari web. Bard dirancang untuk menjadi platform peluncur rasa ingin tahu dan dapat membantu menyederhanakan topik yang kompleks.

Google baru-baru ini mengumumkan Bard sebagai pesaing dari ChatGPT milik OpenAI. Namun, Bard justru menyebabkan kerugian lebih dari 100 miliar dolar AS setelah memberikan jawaban yang salah dalam demo pertamanya. Setelah Microsoft menggelar acara demo live Bing berbasis ChatGPT, Google memposting GIF di Twitter untuk menunjukkan kemampuan Bard yang diumumkan sehari sebelumnya.

 
Chatbot AI Bard Salah Jawab, Google Merugi 100 Miliar USD


Postingan tersebut menyoroti bagaimana Bard bisa menjawab pertanyaan dari sebuah topik yang kompleks. Meskipun Bard memiliki beberapa kekurangan, baik Google maupun OpenAI akan terus meningkatkan teknologi AI mereka masing-masing seiring waktu, termasuk dalam hal verifikasi data yang digunakan.

Bard, sebagai asisten virtual cerdas buatan Google, diminta untuk menjelaskan tentang James Webb Space Telescope kepada seorang anak berusia 9 tahun. Meski Bard memberikan dua jawaban yang benar, ia membuat kesalahan fatal pada poin terakhir dengan mengklaim bahwa James Webb Space Telescope adalah teleskop pertama yang berhasil mengambil gambar planet di luar tata surya kita.

Padahal, fakta sebenarnya adalah bahwa Very Large Telescope dari European Southern Observatory lah yang pertama kali melakukan hal tersebut pada tahun 2004, jauh sebelum James Webb Space Telescope ditemukan pada 2021. Kesalahan ini memicu reaksi negatif dari masyarakat dan bahkan mempengaruhi harga saham Alphabet sebagai induk perusahaan Google, yang dilaporkan turun hingga 8%. Turunnya harga saham ini memiliki nilai valuasi pasar yang mencapai lebih dari 100 miliar dolar AS atau sekitar Rp1,5 triliun.

Perilisan Bard Dianggap Terburu-buru


Sebelum dirilis, banyak pihak mengkritik kesigapan Google merilis Bard. Kabar juga menyebutkan para pegawai Google tidak senang dengan keputusan Sundar Pichai untuk segera merilis chatbot AI tersebut, mungkin karena khawatir persaingan dengan OpenAI.

Meski ChatGPT dari OpenAI sering kali memberikan informasi yang tidak akurat karena hanya memproses informasi dari internet, hal yang sama terjadi pada Bard yang baru saja merilis AI yang salah dalam demo pertamanya, merugikan Google dalam jumlah besar.Pastinya, baik Google maupun OpenAI bakal terus meningkatkan teknologi AI mereka masing-masing seiring berjalannya waktu, termasuk soal verifikasi data yang digunakan.
www.mtalkblog.com

Teknologi enthusiast 😍 suka main game dan nonton anime.😎👌

Jika Artikel Ini Bermanfaat Silahkan Tinggalkan Pesan Apapun di Komentar

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama

Ads