WiFi Mesh Solusi Alternatif Mengatasi WiFi Lemot

(TOC) Cek Dulu! Baru Dibaca!
Jaringan WiFi Lemot?

Saat ini sebagian dari kita mungkin masih bekerja di rumah atau belajar secara daring. Kegiatan itu tidak lepas dari perangkat gawai yang selalu terhubung ke internet. Entah itu virtual meeting, ataupun sekedar chatting, ada kalanya jaringan internet yang kita gunakan terasa sangat lambat.

Penggunaan jaringan WiFi yang dilakukan secara bersamaan dan lokasi yang cukup jauh akan meningkat latensi jaringan terhadap perangkat kamu, sehingga transfer data yang terjadi lebih lama, hal ini karena router harus memberikan data kepada setiap user yang terkoneksi sehingga menyebabkan WiFi lemot.

Sebenarnya banyak sekali faktor yang mempengaruhi kecepatan jaringan, seperti faktor perangkat atau gawai, kemampuan modem, kapasitas bandwidth, jenis jaringan, bahkan hingga pemilihan provider yang tepat. Namun saat ini kita berfokus bagaimana meningkatkan performa jaringan WiFi agar memiliki cakupan yang lebih luas.

Jadi alih-alih meningkatkan paket langganan yang lebih mahal, untuk mengatasi WiFi lemot mungkin kamu harus mencoba solusi alternatif ini, karena sistem WiFi ini dapat kamu terapkan di rumah dan kantor kamu.

Apa Itu WiFi Mesh?

Sistem jaringan wifi mesh

WiFi mesh merupakan rangkaian sistem jaringan yang terdiri dari beberapa perangkat yang saling terhubung (node) agar cakupan sinyal yang dipancarkan lebih luas. Sistem ini sangat berguna jika kamu memiliki cakupan yang luas, terlebih router bawaan memiliki keterbatasan jarak yang menyebabkan penurunan performa kecepatan jaringan WiFi kamu.

Dalam sistem jaringan mesh, WiFi mesh memiliki satu titik utama yaitu router yang terhubung langsung ke internet, adapun perangkat lainnya yang berguna memperluas area singal biasanya disebut dengan istilah node.

Dengan sistem penerapan sistem mesh kita bisa mengoptimalkan performa WiFi di setiap tempat yang kita inginkan. Misalnya saja rumah dengan dua lantai beserta halaman, jika kamu meletakan router di lantai satu, biasanya red zone/zona mati berada di lantai 2 dan di halaman, dimana kedua area tersebut memiliki kualitas signal yang sangat buruk, hal ini dapat dipengaruhi oleh sekat rumah atau dinding yang dapat mempengaruhi signal secara signifikan.

Namun sebelum menerapkan WiFi sistem ini harus perhatikan kembali faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan jaringan. Cobalah identifikasi permasalahan jaringan internet kamu terlebih dahulu.

  1. Berapa perangkat yang terkoneksi?
    Sederhanya semakin banyak jumlah perangkat semakin tinggi resiko WiFi akan lemot, pastikan perangkat yang tidak penting tetap disconnect.

  2. Bagaimana kondisi sekitar rumah/kantor?
    Rumah yang memiliki 2 lantai atau lebih dapat menurunkan konektifitas jaringan kamu, coba uji kecepatan WiFi kamu bisa coba setiap tempat menggunakan speedtest by ookla di browser apapun mengunduh aplikasinya.

  3. Ketahui dan pahami paket yang kamu pilih?
    Provider di Indonesia pada umumnya memiliki beberapa paket langganan dengan variasi harga yang berbeda. Berikut kecepatan layanan internet yang umumnya ditawarkan di pasaran.
    30 Mbps atau 3.7 MBps dengan kisaran harga 280.000-390.000 ribu/bulan (termasuk layanan tambahan)
    40 Mbps atau 5 MB dengan kisaran harga 400.000/bulan (termasuk layanan tambahan)
    50 Mbps atau 6,2 MB dengan kisaran harga 400.000>/bulan (termasuk layanan tambahan)
    100 Mbps atau 12,5 MB dengan kisaran harga 600.000-965.000/bulan (termasuk layanan tambahan).
    Yang perlu diperhatikan sebagai orang awam adalah jumlah Mbps yang ditawarkan, semakin besar semakin baik. Mbps adalah satuan kecepatan data, pemahaman Mbps dan MBps memang harus dipahami agar tidak terjebak oleh teknik marketing yang satu ini.

    Coba dipikir kembali, berapa ukuran foto yang kamu ambil di HP? berapa besar ukuran file laporan? Kalau kamu perhatikan semuanya memiliki ukuran MB. Jika dipikir 5/10 MB adalah hal kecil hanya butuh satu hingga 5 detik saja. Tapi di perangkat kamu banyak sekali aplikasi, program yang membutuhkan koneksi internet,karena hal itu paket 30 Mbps tadi akan terbagi-bagi.

    Untuk itu jika kamu kalangan sendiri dengan 2 perangkat untuk kebutuhan kantor spreadsheet, zoom, browsing, belajar online, bermain game ringan saya yakin akan cukup, dan selebihnya saya tidak menyarankan karena WiFi akan lemot kapan saja. Saya sendiri menggunakan layanan dengan kecepatan 50 Mbps dengan 2 laptop 4 smartphone yang selalu online, paket itu tu cukup untuk satu rumah kecil dengan catatan tidak ada PC atau kebutuhan gaming.

    Pastikan konsultasikan terlebih dahulu kepada provider atau orang yang berkompeten agar tidak salah pilih paket langganan.

  4. Apakah provider lokal memiliki reputasi yang baik?
    Kalau kamu berpikir untuk mulai berlangganan internet lokal, pilihlah penyedia jaringan atau provider yang memiliki reputasi baik di tempat kamu. Cobalah bertanya kepada orang-orang yang telah menggunakan beberapa provider. Tanyakan bagaimana kualitas produk yang jual ataupun layanan lainnya, seperti layanan pelanggan, layanan perbaikan.

    Pastikan semuanya terjangkau dengan baik, agar jika nantinya terjadi suatu masalah penangannya akan cepat ditangani oleh teknisi dari provider tersebut.

Apakah WiFi Mesh Wajib Digunakan?

alasan menggunakan wifi mesh

Jika kamu punya kendala dalam area cakupan WiFi yang sempit maka saya menyarankan untuk menerapkan WiFi mesh, karena dapat meningkatkan konektivitas WiFi agar lebih luas dan stabil, WiFI mesh juga memiliki instalasi yang sangat mudah, adapun beberapa WiFI mesh dapat terhubung dengan smart home.

Namu tidak selamanya kita dapat menggunakan WiFi mesh jika WiFi lemot, karena bisa saja karena pemilihan paket internet yang tidak sesuai kebutuhan, Perangkat kamu terlalu jadul, atau WiFi kamu di Hack tetangga sehingga banyak yang menggunakan sehingga membebani jaringan mu.

Sekian pembahasan singkat yang dapat aku bagikan, semoga informasi ini dapat membantu kamu dalam mengatasi permasalahan terkait jaringan WiFi di rumah atau dikantor.

Galih Enggar

I'm a Graphic Designer, SEO Writer, and Video Creator passionate about blending creativity and technology to bring ideas to life across various media.

If this article is useful, please leave any message in the comments.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama