Eksistensi dan Narsisnya Seorang Kushida Kikyou

(TOC) Cek Dulu! Baru Dibaca!
Eksistensi Seorang Kushida Kikyou-Youkoso Jitsuryoku Shijou
classroom of the elite 

Apa plot utama Classroom of the Elite?

"Youkoso Jitsuryoku Shijou Shugi no Kyoushitsu e" atau classroom of the elite merupakan anime genre school dan misteri, yang saat ini sudah mencapai musim kedua setelah ditayangkan perdana pada musim panas 12 Juli 2017. Dalam TV series classroom of the elite menceritakan kehidupan murid SMA Koudo Ikusei Tokyo Metropolitan yang memiliki talenta diatas rata-rata "siswa-siswi jenius".

Sekolah yang menerapkan sistem sistem hirarki, ranking, status dan mengangap pencapaian adalah segalanya, mengharuskan seluruh siswanya berkompetisi untuk mempertahankan capaian dan sekaligus meningkatkan pencapaian agar tidak di drop out (DO) dari sekolah .

Main Character (MC) dalam anime dan light novelnya (Kiyotaka Ayanokouji) serta peran pendukung adalah seluruh murid kelas D, "Youkoso Jitsuryoku Shijou Shugi no Kyoushitsu e" memiliki arc dimana dalam arc ini seolah berputar secara bergiliran terhadap murid-murid kelas D.

Dimana letak misterinya? misteri dalam serial anime ini adalah terletak pada kompetisi antara seluruh siswa Kelas A, Kelas B, kelas C, dan Kelas D. Kompetisi yang sudah menjadi budaya dan menjadi tantangan, hingga semua tega menginjak pencapaian seseorang. Benar-benar salah satu gambaran dunia nyata.

Outline Artikel

Sudut pandang dalam artikel kali ini ditulis secara subjektif dengan dengan melihat sebuah konstruksi sosial dalam anime classroom of the elite. Artikel ini hanya berfokus kepada salah satu karakter yang dianggap villain dalam serial ini.

Seberapa Eksis Karakter Kushida Kikyou

Kushida Kikyou merupakan murid kelas D yang sangat populer dan aktif bersosialisasi di lingkungan sekolah, dengan wajah cantik dan sifat yang ramah dia berhasil mencari teman dan memiliki koneksi dari kelas lain. Dapat dikatakan bahwa karakter ini mematahkan budaya jepang yang memiliki sifat pemalu dan mematahkan konstruksi karakter dari seorang gadis manis dalam dunia anime, dimana sosok "gadis cantik, manis akan menjadi beban bagi karakter utama"

Mengapa demikian? mungkin saja pengarang ingin memberikan sudut pandang lain. Kompetisi yang terjadi dan dapat benar-benar terjadi di dunia nyata akan hanya dapat dimenangkan bagi orang yang ingin bergerak dan bertindak. Bahwa fenomena Hikikomori di jepang membuat resah pemerintahan, bahkan mendirikan sebuah (Menteri Kesepian).

Kushida sebagai karakter pendukung sangat cukup terekspose dengan memiliki kedekatan dengan MC, dimana dia sengaja mengikatkan diri dengan MC untuk menjaga Ayanokoji membocorkan kejadian memalukan terhadap dirinya dan sekaligus mengamankan imagenya di hadapan seluruh murid SMA. 

Memahami konsep eksistensi memang sangat rumit, tapi dalam artikel ini akan sesingkat-singkatnya. Eksistensi atau eksis dapat di maknai sebagai sesuatu hal yang nyata adanya, biasanya dilatar belakangi pada kepuasan piskologis, rasa hormat, rasa aman tapi semua itu masih di dalam koridor norma sosial. Seorang Kushida Kikyou mengapa rela melakukan penjelajahan sosial yang berbeda dari murid lainnya, Apa tujuannya? Mengapa dia rela melakukan hal itu? Apa yang harus dia lindungi? Jawaban: gadis manis dan baik akan terasa ambigu ketika di sematkan kepada anggota kelas D. 

Apa yang dilihat karakter Kushida? 

Bagi kalian yang telah mengikuti serial ini dari musim pertama pasti mengingat pada scene episode ke-3, ketika Kushida mengamuk dan meluapkan kekesalannya, hal itu terjadi setelah pulang dari pesta bersama teman-teman dan kejadian itu secara tidak sengaja dilihat oleh Ayanokoji.

Eksistensi Seorang Kushida Kikyou-Youkoso Jitsuryoku Shijou
Kushida-classroom of the elite 

Sebelum hal tersebut terjadi, saat pesta memperlihatkan beberapa murid kelas D yang bercengkrama dan ketika saat itu Kushida terlihat muram. Semua bertanya apa yang menjadi permasalahan disini? Tidak tau belum jelas, yang pasti dia merasa terasingkan.

Kita lompat ke scene Ayanokoji memergoki Kushida yang kesal dan penuh amarah. Apakah tindakan yang dilakukan Kushida salah? No, it's not wrong at all. I don't mean yet. Kita semua sadari bahwa kita pernah mengalami kekesalan tak terbendung, so disini kita bisa ambil poin bahwa mengatasi masalah memiliki koridornya masing-masing, tindakan Kushida adalah reaksi alami dan masih dalam batas wajar.

Tapi reaksi tersebut menimbulkan pertanyaan, Bagaimana reaksi tersebut bisa berkembang didalam karakter Kushida? Jawaban ini ada di episode 8 musim ke 2.

Sebelum kita lompat ke episode 8 musim ke 2, Kita akan bahas sekilas apa yang terjadi pada episode 4-12, apa yang Kushida lakukan? 

Saat itu Kushida menjelajahi seluruh kelas berteman membangun koneksi yang menguntungkan dia. Terdapat beberapa arc yang melihatkan keterlibatannya dalam membantu kasus pertarungan antara Ken dan beberapa murid Kelas C, namun di Season 1 Karakter Kushida tidak terlalu memiliki dampak yang berarti terhadap pencapaian kelas D.

Eksistensi Seorang Kushida Kikyou-Youkoso Jitsuryoku Shijou
Arc-Olimpiade

Pada musim ke 2 beberapa arc seperti ujian istimewa (ujian tata surya), Ujian olimpiade, ujian paper shuffle dimana dia berkompromi dengan kelas C untuk menjatuhkan kelas D dan 2 orang incarannya yaitu Ayanokouji dan Horikita agar dikeluarkan dari sekolah.

Episode 8 Masalalu Kushida Kikyou

Ayanokouji, Horikita dan Kushida mereka bertaruh dengan ujian Paper Shuffle "yang mendapat nilai rendah harus keluar dari sekolah". Meski Ayanokoji tidak memiliki hubungan masa lalu dengan Kushida, dia berusaha membantu Horikita agar tetap dapat memiliki partner yang bisa "dimainkan".

Masa lalu Kushida Kikyou adalah seorang gadis yang cantik, periang dan suka bersosialisasi, ketika SMP dia merupakan siswi yang populer disekolahnya. Fakta lain bahwa Kushida berada dalam satu SMP yang sama bersama dengan Horikita.

Dibalik sisi manis seorang gadis, ternyata Kushida merupakan gadis yang menginginkan perhatian dari lingkungan sekitarnya. Hal tersebutlah yang membuat dia melakukan semua interaksi sosial, yang tentu saja memiliki dampak buruk. Memiliki pesaing dan ketidakberdayaan melakukan hal diluar kemampuan benar-benar membuat frustasi seorang Kushida. Hingga berfikir untuk melakukan apa pun untuk mendapatkan perhatian dari lingkungan sekitar.

Demi mendapat atensi dia melakukan perbuatan yang sangat buruk dengan menyebarkan masalah semua orang yang dia ketahui selama ini. Tag temen kamu yang narsis!

Pengakuan diri yang berlebihan

Krisis identitas terkait pengakuan diri tidak selalu terjadi karena faktor luar dan dapat terjadi kapan saja, artinya krisis identitas sebenarnya hanya berdasarkan kepuasan dari diri. ketika diri itu tidak puas maka eksistensi pun tidak ada. Maka dari itu memahami diri sendiri perlu dipelajari, yang pasti agar tindakan kita tidak melenceng dari norma sosial.

Pada lingkup pribadi, agar menjadi diakui dan bahkan dihormati, maka setiap orang akan berusaha untuk meraih sesuatu yang dihargai dan dianggap bernilai tinggi, maka pengakuan diri akan menjadi hasil akhirnya. Kushida tidak menyadari bahwa tindakan sembrono saat SMP tersebut berujung pada penyesalan hingga SMA (bahkan terlihat tidak menyesali), Maka dari itu ketika menyadari bahwa Horikita adalah teman SMP yang dianggap tau masa lalunya, dia merasa terancam.

Jadi alih-alih memperbaiki diri atau memahami seberapa jauh Horikita mengetahui dirinya dia malah berfokus pada eksistensi nya yang terancam, yang faktanya hanya ilusi. Dapat kita simpulkan bahwa permasalahan terbesar manusia adalah diri sendiri.

Kushida yang tidak dapat mengendalikan diri karena terdapat gangguan kepribadian narsistik (Narcissistic personality disorder) merupakan gangguan mental di mana pengidapnya ingin orang lain merasa kagum pada dirinya sendiri dan mendahulukan kepentingan dirinya sendiri, lebih tepatnya Malignant Narcissism.

Orang dengan malignant narcissism akan menggunakan berbagai cara untuk menyerang orang lain untuk mendukung kerapuhan yang dimilikinya seperti halnya Kushida. Dikatakan bahwa jenis narsisme ini cenderung mendekati psikopat daripada jenis lain. Meskipun tentu saja ada perbedaan antara keduanya. Orang yang menderita malignant narcissism masih bisa merasa malu atau bersalah ketika melanggar aturan, sementara psikopat tidak merasakan apa -apa.

Kushida yang memiliki kepercayaan diri untuk memenagkan taruhan akhirnya harus menelan kenyataan yang tidak sesuai ekspektasi,

Apakah Generasi Z Narsis?

Kebutuhan dan gaya hidup manusia semakin hari terus meluas, Kebutuhan (pengakuan diri) dapat dipenuhi dengan mudah dengan adanya internet. Dari penelitian bahwa terbukti jika generasi Z terbukti narsis, meski demikian bukan hal yang buruk karena responden dapat mengontrol diri mereka agar tidak hanyut dalam dunia maya sehingga berkeinginan menarik diri dari dunia luar.

Mengutip dari Marketeers bahwa generasi Z cenderung aktif menggunakan sosial media hingga membentuk karakteristik narsistik. Dampak dari penggunaan media yang berlebih dapat menimbulkan gangguan mental seperti FoMo effect, Depresi, Obsessive Compulsive Disorder (OCD,) Narcissistic Personality Disorder.

Orang dengan kepribadian narsis biasanya merasa mereka memiliki pencapaian luar biasa dan lebih baik daripada orang lain dan merasa terlalu bangga pada diri mereka sendiri. Ini terjadi meskipun pencapaiannya yang biasa -biasa saja. Jadi apakah kamu orang yang narsis?

Kesimpulan

Setiap orang membutuhkan sebuah pengakuan diri dari lingkungan sekitar, Jika kita sadari bahwa kita hidup juga untuk mencari pengakuan dan rasa aman. Belajar dari karakter Kushida bahwa narsistik dan pengakuan diri bisa menjadi bumerang bagi diri sendiri, hingga melupakan bahwa pengakuan dan kehormatan itu berasal dari pencapaian kita.

Jika kamu sekarang diposisi tidak terlihat, hampir pudar, diremehkan atau terkucilkan, jangan hanya terfokus padahal tersebut, Itu adalah fakta pahit yang harus di telan. Maka dari itu kembangkan diri adalah cara yang terbaik untuk menghindari pikiran negatif yang selalu menghantui.

“kamu tidak sendiri, semua orang dapat membantu tapi kamulah yang harus menyelesaikannya”

If this article is useful, please leave any message in the comments.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama