Waspada: Ini Tips Agar Kamu Terhindar Dari SCAMMERS

(TOC) Cek Dulu! Baru Dibaca!
Tips Agar Kamu Terhindar Dari SCAMMERS

Mtalkblog -- Internet merupakan sistem digital yang menjadi pusat informasi, masyarakat modern telah berhasil memanfaatkan internet dengan lebih luas. Internet tidak lagi sebatas tempat informasi tapi juga menjadi tempat bertransaksi bahkan bersosialisasi.

Baca Juga: Apa yang harus dilakukan jika terjadi kebocoran data pribadi

Dewasa ini pengguna internet kian hari terus bertambah, kemajuan teknologi yang tiada henti seolah memaksa kita beralih menggunakan sistem digital, sebut saja E-Wallet, E-Commerce, Ojek online semua itu termasuk kedalam bagian dari internet.

Digitalisasi dan kepraktisan yang ditawarkan sangat-sangat menggiurkan bagi masyarakat, kepadatan jadwal kerja serta sibuk menimbulkan rasa malas untuk membagi waktu hanya ke Bank atau Swalayan untuk mengirimkan sejumlah uang kepada kerabat.

Pada dasarnya Internet beriringan dengan proses digitalisasi, hal ini merupakan sarana yang dikembangkan untuk mempermudah aksesibilitas dan visibilitas pengguna. Dan internet ini benar-benar dapat dikatakan ciptaan ideal dari seluruh ciptaan umat manusia yang ada.

Artinya internet merupakan alat powerfull untuk menggali potensi baru dengan inovasi-inovasi yang dikembangkan dari metode konvensional. Namun terkadang kehadiran internet di salah gunakan oleh oknum-oknum tertentu yang memiliki niatan jahat untuk mengacaukan keamananan di Internet. Oknum ini kita ketahui bersama sebagai scammer, hacker biasanya orang ahli dalam bidang IT yang menyalahgunakan kemampuannya untuk menipu ataupun mencuri data digital kita di internet.

Bagaimana untuk menghindai SCAM atau Penipuan di internet ataupun penipuan-penipuan lainnya?

Kenali Tanda-Tanda Scam

1. Scammers BERPURA-PURA berasal dari organisasi yang kita kenal.

Scammers sering berpura-pura menghubungi kita atas nama pemerintah. Mereka mungkin menggunakan nama asli, seperti Administrasi Jaminan Sosial, , staff bank, bahkan Medicare, pada dasarnya mereka sengaja membuat nama yang terdengar resmi. Beberapa berpura-pura berasal dari bisnis yang kita kenal, seperti perusahaan penyedia jasa populer, perusahaan teknologi, atau bahkan badan amal yang meminta sumbangan.

Mereka menggunakan teknologi untuk mengubah nomor telepon yang muncul di ID penelepon kita. Jadi nama dan nomor yang kita lihat mungkin tidak nyata.

2. Berkedok MASALAH dan HADIAH.

Mereka mungkin mengatakan kita bermasalah dengan pemerintah. Atau kita berhutang uang. Atau seseorang di keluarga kita mengalami keadaan darurat. Atau bahwa ada virus di komputer kita.

Beberapa scammers mengatakan ada masalah dengan salah satu akun kita dan kita perlu memverifikasi beberapa informasi.

Yang lain akan berbohong dan mengatakan kita memenangkan uang dalam lotre atau undian tetapi harus membayar biaya untuk mendapatkannya.

3. Scammers cenderung MEMAKSA

Scammers ingin kita bertindak sebelum kita punya waktu untuk berpikir. Jika kita sedang menelepon, mereka mungkin memberi tahu kita untuk tidak menutup telepon sehingga kita tidak dapat memeriksa cerita mereka.

Mereka mungkin mengancam akan menangkap kita, menuntut kita, mengambil SIM atau surat izin usaha kita, atau mendeportasi kita. Mereka mungkin mengatakan komputer kita akan rusak.

4. Scammers memberitahu kita untuk MEMBAYAR dengan cara tertentu.

Mereka sering bersikeras bahwa kita membayar dengan mengirim uang melalui perusahaan transfer uang atau dengan menaruh uang pada kartu hadiah dan kemudian memberi mereka nomor di belakang.

Beberapa akan mengirimi kita cek (yang nantinya akan berubah menjadi palsu), menyuruh kita untuk menyetorkan, dan kemudian mengirimi mereka uang.

Apa yang Dapat kita Lakukan untuk Menghindari Penipuan

  1. Blokir panggilan dan pesan yang mencurigakan . Ambil langkah-langkah untuk memblokir panggilan yang tidak diinginkan dan untuk memfilter pesan teks yang tidak diinginkan.
  2. Jangan memberikan informasi pribadi atau keuangan kita sebagai tanggapan atas permintaan yang tidak kita duga. Organisasi yang sah tidak akan menelepon, mengirim email, atau mengirim pesan teks untuk meminta informasi pribadi kita, seperti Jaminan Sosial, rekening bank, atau nomor kartu kredit kita.
  3. Jika kita mendapatkan email atau pesan teks dari perusahaan tempat kita berbisnis dan menurut kita itu nyata, tetap yang terbaik adalah tidak mengklik tautan apa pun. Sebagai gantinya, hubungi mereka menggunakan situs web yang kita tahu dapat dipercaya. Atau cari nomor telepon mereka. Jangan menghubungi nomor yang mereka berikan kepada kita atau nomor dari ID penelepon kita.
  4. Tahan tekanan untuk segera bertindak. Bisnis yang sah akan memberi kita waktu untuk membuat keputusan. Siapa pun yang menekan kita untuk membayar atau memberi mereka informasi pribadi kita adalah scammer.
  5. Ketahui bagaimana scammers menyuruh kita membayar. Jangan pernah membayar seseorang yang bersikeras kita membayar dengan kartu hadiah atau dengan menggunakan layanan transfer uang. Dan jangan pernah menyetor cek dan mengirim uang kembali kepada seseorang.
  6. Batasilah ketika berbicara dengan seseorang yang kita percayai. Sebelum kita melakukan hal lain, beri tahu seseorang teman, anggota keluarga, tetangga apa yang terjadi. Membicarakannya dapat membantu kita menyadari bahwa itu adalah penipuan.


Galih Enggar

I'm a Graphic Designer, SEO Writer, and Video Creator passionate about blending creativity and technology to bring ideas to life across various media.

If this article is useful, please leave any message in the comments.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama