Eksplisit Konten Kevin Leonardo di YouTube Menjalar ke TikTok

Table of Contents
Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan untuk mempromosikan, mendukung, memberikan kebencian pada channel manapun, murni bertujuan untuk memberikan informasi, dan saran yang perlu dilakukan jika merasa tidak nyaman terkait konten eksplisit serupa.


Eksplisit Konten Kevin Leonardo di YouTube Menjalar ke TikTok

Konten ini bertujuan untuk membahas kontroversi terkini yang melibatkan Kevin Leonardo, atau dikenal dengan username @thekewlestkev di TikTok.


Kevin mengunggah video di saluran YouTube-nya yang mendapat perhatian besar karena kontennya yang eksplisit.

Video tersebut diduga melibatkan kolaborasi dengan merek pencukur rambut. Meskipun diunggah di YouTube, konten tersebut menjadi viral di TikTok dengan reaksi yang beragam dari para penonton.

Penting untuk dicatat bahwa Kevin Leonardo adalah seorang pembela LGBT dan aktif memberikan edukasi mengenai topik LGBTQ+. 


Kontroversi Kevin Leonardo

Eksplisit Konten Kevin Leonardo di YouTube Menjalar ke TikTok

Kevin Leonardo adalah seorang aktivis LGBT+ keturunan Asia yang saat ini tinggal di Amerika Serikat. Kontroversi ini bermula dari unggahan video berjudul "Removing BUTT HAIRS Using NAIR Cream - A Visual Guide!" telah di tonton 2.6 Juta kali, dimana menjadi video dengan views tertinggi 2 bulan ini.

Baca Juga:
Perbedaan Influencer Notorious dan Famous

Dalam konten tersebut Kevin secara eksplisit menampilkan visual 18+ di menit awal video tersebut.  Tampilan tersebut terlihat jelas tanpa sensor, dan hal ini mulai banyak menjadi perbincangan di media sosial TikTok.

Salah satu pengguna TikTok, cynthiaclaralue, yang merupakan seorang ahli branding dan media sosial, serta seorang kreator konten, menyatakan kebingungannya terhadap konten yang dibuat oleh Kevin. Ia merasa sangat menyesal dan bertanya-tanya mengapa YouTube tidak menghapus video tersebut dari ranah publik.

Meskipun kita tahu bahwa YouTube adalah bagian dari Google yang mendukung LGBT, video ini dianggap terlalu vulgar untuk dikonsumsi secara publik, terutama di Indonesia. 

Pendapat yang beragam mengenai konten eksplisit dalam video tersebut muncul di sosial media, Ada yang menemukan hal tersebut lucu, namun ada juga yang terdiam tanpa kata, mengenai Kevin membuat konten semacam itu di platform publik seperti YouTube.

Bagaimana tanggapan kalian menganai hal tesebut?

@cynthiaclaralue Emang boleh ya setutorial ini? #kevinleonardo #youtube #youtuber ♬ original sound - Clara Claire


Channel Youtube Kevin Leonardo

Saluran YouTube Kevin Leonardo, yang dikenal sebagai "Kevin Leonardo" atau "@thecoolestkev," secara khusus fokus pada konten se*s ga*. Tujuannya adalah memberikan konten berharga bagi para penontonnya sambil mempromosikan ruang yang aman untuk semua orang, terlepas dari orientasi seksual mereka.


Situs Web dan Blog

Kevin juga mengelola situs web dan blog di mana dia membahas berbagai topik yang terkait dengan komunitas LGBTQ+, dengan fokus khusus pada individu gay. Dia bahkan menawarkan kursus berjudul "Bagaimana Menjadi Bottom yang Baik" di situs webnya, dengan tujuan memberikan konten komprehensif tentang topik tersebut.

Peran Kevin Leonardo sebagai Pembela LGBT

Kevin pro-LGBT dan keterlibatan aktif dalam memberikan edukasi tentang topik LGBTQ+

  • Saluran dan situs web yang didedikasikan untuk konten se*s ga* dan diskusi terkait
  • Menawarkan kursus di situs webnya bagi individu yang ingin mempelajari tentang hubungan gay

Membangun Ruang Aman dan Komunitas

  • Komunitas Discord awalnya dibentuk tetapi menghadapi tantangan dengan penipu dan pengganggu dan Upaya lain untuk membangun komunitas di platform lain
  • Manfaat bergabung dengan komunitas Kevin, seperti interaksi langsung setiap hari, konten eksklusif, konten se*s eksplisit, dan dukungan dari individu sejajar pemikiran.

Saran Ketidaknyamanan Pengguna YouTube

Bagi pengguna YouTube yang tidak menyukai konten terkait LGBT, berikut adalah beberapa saran yang dapat diikuti:
  1. Mengaktifkan Mode Terbatas: YouTube menyediakan fitur Mode Terbatas yang dapat mengurangi kemunculan konten yang dianggap tidak sesuai atau tidak diinginkan. Pengguna dapat mengaktifkan Mode Terbatas melalui pengaturan akun mereka. Mode Terbatas akan memfilter konten yang dianggap tidak pantas atau sensitif, termasuk konten terkait LGBT.
  2. Melakukan Laporan (Report): Jika kamu menemukan konten yang melanggar pedoman komunitas YouTube, kamu dapat melaporkannya dengan menggunakan fitur Laporan yang tersedia di bawah video. Pilih opsi yang sesuai dengan pelanggaran yang kamu temukan, seperti "Konten Seksual atau Penyimpangan", "Kekerasan atau Bahaya", atau opsi lain yang relevan. Melaporkan konten yang tidak sesuai dapat membantu YouTube dalam menjaga lingkungan yang aman dan sesuai dengan pedoman.
  3. Mengaktifkan Mode Orang Tua dan Anak: YouTube juga menyediakan fitur Mode Orang Tua dan Anak yang dapat membantu mengendalikan jenis konten yang ditampilkan. Pengguna dapat mengaktifkan fitur ini melalui pengaturan akun dan menyesuaikan pengaturan sesuai dengan preferensi mereka. Mode ini dapat membatasi konten dewasa atau sensitif, termasuk konten terkait LGBT.
Dengan mengikuti saran-saran di atas, pengguna YouTube yang tidak menyukai konten terkait LGBT dapat mengendalikan dan membatasi jenis konten yang mereka tonton sesuai dengan preferensi mereka. 

Kesimpulan

Konten ini membahas kontroversi terkait video eksplisit Kevin Leonardo di YouTube yang mendapat perhatian besar di TikTok. Meskipun konten kontroversial, Kevin dikenal sebagai pembela LGBT dan memberikan edukasi tentang topik LGBTQ+ melalui saluran YouTube dan situs webnya. ini juga menyoroti upaya Kevin dalam menciptakan ruang aman dan komunitas bagi individu yang mencari informasi dan dukungan dalam komunitas LGBTQ+. 


Galih Enggar

Teknologi enthusiast �� suka main game dan nonton anime.����

Jika Artikel Ini Bermanfaat Silahkan Tinggalkan Pesan Apapun di Komentar

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama

Ads