Waspada Browser Hijacking dan Cara Mencegahnya

(TOC) Cek Dulu! Baru Dibaca!
Dulu gue mikir browser itu ya cuma aplikasi buat buka internet. Mau di laptop atau HP, fungsinya paling buat kerja, buka Google, nonton YouTube, scrolling media sosial, belanja online, atau cek email. Sesimpel itu.

Sampai akhirnya gue maraton nonton beberapa film dan serial tentang hacker.

Awalnya cuma buat hiburan. Eh, malah bikin cara pandang gue soal internet berubah total.

Film pertama yang bikin gue mulai mikir adalah Who Am I: No System Is Safe. Di situ gue ngelihat gimana hacker nggak selalu harus jago ngoding buat nyolong data orang. Kadang mereka cuma perlu bikin website palsu yang tampilannya mirip banget sama aslinya. Korbannya? Tinggal nunggu orang salah klik.

Sejak itu gue mulai kepikiran.
"Jangan-jangan website yang selama ini gue buka juga belum tentu asli."
Lanjut nonton Unfriended: Dark Web, rasa waspada gue naik beberapa level. Soalnya hampir seluruh filmnya cuma nunjukin layar laptop korban. Browser kebuka sendiri, akun media sosial diambil alih, webcam aktif, file-file diakses orang lain. Walaupun itu film, ternyata banyak teknik yang ditampilin memang ada di dunia nyata.

Yang paling bikin gue mikir justru Mr. Robot.

Lewat karakter Elliot Alderson, gue baru ngerti istilah-istilah kayak Man-in-the-Middle (MitM), Cross-Site Scripting (XSS), sampai Session Hijacking. Yang bikin kaget, ternyata hacker nggak selalu butuh password buat masuk ke akun kita. Dalam kondisi tertentu, mereka cukup nyolong session cookie yang tersimpan di browser.

Sejak saat itu gue jadi males asal nyambung Wi-Fi gratisan.

Film terakhir yang bikin gue makin sadar adalah Searching. Ceritanya nunjukin gimana jejak digital seseorang bisa dirangkai cuma dari browser, histori pencarian, akun media sosial, lokasi, sampai email. Rasanya jadi sadar kalau hampir semua aktivitas kita di internet ternyata meninggalkan jejak.

Karena penasaran, gue mulai cari referensi dari sumber yang lebih kredibel.

Ternyata Microsoft, OWASP, sampai Malwarebytes memang ngebahas banyak soal ancaman yang menyerang browser. Gue juga baru tahu kalau ada tools seperti BeEF (Browser Exploitation Framework) yang biasa dipakai buat menguji keamanan browser. Kalau browser punya celah, tools ini bisa nunjukin seberapa jauh browser tersebut bisa dieksploitasi.

Dari situ gue sadar satu hal.

Browser itu bukan cuma aplikasi buat buka internet.

Browser adalah gerbang utama menuju hampir semua akun digital yang kita punya.

Makanya sekarang gue jauh lebih hati-hati. Gue selalu cek ekstensi yang terpasang, nggak asal klik link dari email, nggak download software sembarangan, dan selalu aktifin autentikasi dua langkah kalau tersedia.

Karena di dunia keamanan siber, benteng pertama itu bukan antivirus.

Tapi pengguna yang sadar kalau ancaman bisa datang cuma dari satu klik yang salah.
Waspada Browser Hijacking dan Cara Mencegahnya
Gambar by Mtalkblog

Mengenal Browser Hijacking: Pengertian, Bahaya, Cara Kerja, dan Cara Mencegahnya

Internet sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Mulai dari bekerja, belajar, belanja online, hingga mengakses layanan perbankan, hampir semuanya dilakukan melalui browser seperti Google Chrome, Microsoft Edge, atau Mozilla Firefox. Namun, tidak banyak pengguna yang menyadari bahwa browser juga menjadi salah satu target favorit pelaku kejahatan siber.

Salah satu ancaman yang sering terjadi adalah browser hijacking, yaitu serangan yang mengubah pengaturan browser tanpa izin pengguna. Dampaknya tidak hanya mengganggu pengalaman berselancar di internet, tetapi juga berpotensi mengarahkan pengguna ke situs berbahaya hingga mencuri informasi pribadi.

Artikel ini membahas secara lengkap mengenai browser hijacking, mulai dari cara kerjanya, bahayanya, perbedaannya dengan malware dan phishing, hingga langkah-langkah pencegahannya berdasarkan praktik keamanan dari Microsoft, OWASP, dan Malwarebytes.

Apa Itu Browser Hijacking?

Browser hijacking adalah serangan siber yang dilakukan dengan cara mengambil alih sebagian pengaturan browser tanpa persetujuan pengguna.

Perubahan tersebut dapat berupa:

  • Homepage berubah sendiri
  • Mesin pencari default diganti
  • Browser sering dialihkan ke website tertentu
  • Muncul banyak iklan dan pop-up
  • Ekstensi asing terpasang otomatis
  • Hasil pencarian diarahkan ke situs lain

Tujuan browser hijacker berbeda-beda, mulai dari memperoleh pendapatan iklan ilegal (ad fraud), melacak aktivitas pengguna, mencuri data login, hingga mengarahkan korban menuju website phishing atau malware.

Menurut Malwarebytes, browser hijacker sering dikategorikan sebagai Potentially Unwanted Program (PUP) karena biasanya ikut terinstal bersama software gratis tanpa disadari pengguna.

Bagaimana Cara Kerja Browser Hijacking?

Browser hijacker umumnya memanfaatkan kelalaian pengguna ketika menginstal aplikasi, membuka tautan tertentu, atau memasang ekstensi browser.

Alur sederhananya adalah sebagai berikut.

Pengguna mengunjungi website
          │
          ▼
Mengunduh software atau ekstensi
          │
          ▼
Browser Hijacker ikut terinstal
          │
          ▼
Pengaturan browser berubah

• Homepage berubah
• Search Engine berubah
• Redirect website
• Pop-up bermunculan
• Ekstensi asing aktif
          │
          ▼
Aktivitas pengguna dipantau
          │
          ▼
Potensi pencurian data atau phishing

Dalam beberapa kasus, browser hijacker juga memanfaatkan teknik seperti JavaScript injection, manipulasi DNS, maupun session hijacking untuk memperbesar peluang keberhasilan serangan.

Jenis-Jenis Browser Hijacking

Browser hijacking ternyata nggak cuma satu bentuk aja. Tergantung tujuan pelaku, ada beberapa jenis serangan yang paling sering ditemui. Berikut penjelasan singkatnya.

1. Homepage Hijacking

Jenis ini mengubah halaman awal (homepage) browser tanpa izin. Jadi setiap kali membuka browser, kamu langsung diarahkan ke website tertentu yang sebenarnya nggak pernah kamu atur sebelumnya.

2. Search Engine Hijacking

Mesin pencari default, seperti Google, diganti menjadi mesin pencari lain. Akibatnya, setiap pencarian yang kamu lakukan bisa dialihkan ke hasil pencarian yang berisi iklan, website tertentu, atau bahkan situs berbahaya.

3. Redirect Hijacking

Saat kamu ingin membuka sebuah website, browser malah mengarahkan ke halaman yang berbeda. Redirect ini biasanya digunakan untuk meningkatkan trafik website tertentu, menampilkan iklan, atau membawa korban ke halaman phishing.

4. Extension Hijacking

Pelaku memanfaatkan ekstensi (extension) browser yang berbahaya atau sudah disusupi malware. Ekstensi ini bisa membaca aktivitas browsing, menyisipkan iklan, hingga mengumpulkan data tanpa sepengetahuan pengguna.

5. Session Hijacking

Pada jenis ini, pelaku mencuri session cookie yang tersimpan di browser. Dengan cookie tersebut, mereka bisa mengakses akun korban tanpa perlu mengetahui username atau password, selama sesi login masih aktif.

6. DNS Hijacking

DNS hijacking terjadi ketika alamat website yang kamu akses dialihkan ke server lain tanpa disadari. Akibatnya, kamu bisa masuk ke website palsu yang tampilannya sangat mirip dengan situs aslinya, sehingga berisiko menjadi korban phishing.

7. Browser Locker

Browser locker adalah serangan yang membuat browser seolah-olah terkunci dengan menampilkan pop-up atau peringatan palsu. Biasanya muncul pesan seperti "Komputer Anda Terinfeksi Virus" atau "Hubungi Dukungan Microsoft Sekarang" untuk menakut-nakuti pengguna agar menghubungi nomor tertentu atau mengunduh software palsu.

Apakah Browser Hijacking Berbahaya?

Ya.

Meskipun tidak selalu merusak sistem operasi seperti virus, browser hijacking tetap memiliki risiko keamanan yang serius.

Dampaknya antara lain:

  • Pencurian username dan password
  • Pencurian cookie browser
  • Pengalihan menuju website phishing
  • Paparan malware
  • Kebocoran data pribadi
  • Penurunan performa browser
  • Gangguan produktivitas akibat iklan berlebihan

OWASP juga menjelaskan bahwa pencurian session cookie merupakan salah satu teknik yang sering digunakan untuk mengambil alih akun pengguna tanpa perlu mengetahui password mereka.

Tanda-Tanda Browser Terkena Hijack

Beberapa gejala yang paling umum adalah:

  • Homepage berubah sendiri.
  • Mesin pencari berganti tanpa izin.
  • Browser selalu membuka website tertentu.
  • Banyak iklan muncul meskipun tidak membuka situs iklan.
  • Browser menjadi lambat.
  • Ekstensi baru muncul sendiri.
  • Sulit menghapus pengaturan tertentu.
  • Antivirus sering memberikan peringatan.

Jika mengalami beberapa gejala tersebut sekaligus, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan terhadap browser dan komputer.

Browser Hijacking di Google Chrome

Google Chrome merupakan browser dengan pangsa pasar terbesar sehingga menjadi target favorit browser hijacker.

Hal yang perlu diperiksa meliputi:

  • daftar ekstensi
  • homepage
  • startup page
  • search engine default
  • Chrome Sync
  • Safe Browsing

Apabila browser terasa mencurigakan, lakukan Reset Settings pada Chrome dan hapus seluruh ekstensi yang tidak dikenal.

Browser Hijacking di Microsoft Edge

Microsoft Edge memiliki berbagai fitur keamanan seperti Microsoft Defender SmartScreen yang membantu memblokir website phishing dan malware.

Meski demikian, browser hijacker masih dapat masuk melalui:

  • ekstensi pihak ketiga
  • software bundling
  • website berbahaya

Pengguna Edge sebaiknya rutin memeriksa:

  • Startup page
  • Default search engine
  • Installed Extensions
  • Reset Browser Settings

Browser Hijacking di Mozilla Firefox

Firefox menyediakan fitur keamanan seperti:

  • Enhanced Tracking Protection
  • DNS over HTTPS
  • Firefox Refresh

Namun pengguna tetap perlu memperhatikan add-ons yang dipasang.

Apabila terdapat add-on yang tidak dikenal, segera nonaktifkan atau hapus melalui menu about:addons.

Browser Hijacking vs Malware

Browser Hijacking Malware
Fokus menyerang browser Menyerang sistem operasi
Mengubah homepage Dapat merusak file
Redirect website Menginfeksi perangkat
Tidak selalu virus Bisa berupa virus, worm, ransomware

Browser Hijacking vs Phishing

Browser Hijacking Phishing
Mengubah browser Menipu pengguna
Redirect otomatis Menggunakan website palsu
Memodifikasi pengaturan Meminta korban memasukkan data
Dapat berlangsung diam-diam Mengandalkan rekayasa sosial

Browser Hijacking vs Adware

Browser Hijacking Adware
Mengubah browser Menampilkan iklan
Redirect website Pop-up iklan
Bisa mencuri data Fokus pada pendapatan iklan
Tidak selalu memasang iklan Tidak selalu mengubah homepage

Cara Mengatasi Browser Hijacking

Jika browser sudah terlanjur terkena hijacker, lakukan langkah berikut:

  1. Hapus ekstensi yang tidak dikenal.
  2. Reset pengaturan browser.
  3. Jalankan pemindaian menggunakan antivirus.
  4. Hapus aplikasi yang baru diinstal.
  5. Bersihkan cache dan cookie.
  6. Ubah seluruh password penting.
  7. Aktifkan autentikasi dua faktor (2FA).
  8. Perbarui browser ke versi terbaru.
Cara Mencegah Browser Hijacking
Gambar by Mtalkblog

Cara Mencegah Browser Hijacking

Beberapa langkah pencegahan yang direkomendasikan antara lain:

  • Gunakan antivirus terpercaya.
  • Selalu perbarui browser.
  • Hindari mengunduh software bajakan.
  • Instal aplikasi hanya dari sumber resmi.
  • Periksa izin ekstensi browser.
  • Jangan asal mengklik tautan email.
  • Gunakan password yang kuat.
  • Aktifkan Multi-Factor Authentication (MFA).
  • Hindari menggunakan Wi-Fi publik tanpa VPN.
  • Rutin memeriksa pengaturan browser.

Microsoft juga menyarankan agar pengguna mengaktifkan fitur keamanan bawaan browser seperti SmartScreen maupun Safe Browsing untuk membantu mendeteksi website berbahaya.

FAQ

Apa itu browser hijacking?

Browser hijacking adalah tindakan mengambil alih pengaturan browser tanpa izin pengguna sehingga browser diarahkan ke website tertentu atau digunakan untuk memantau aktivitas pengguna.

Apakah browser hijacking termasuk virus?

Tidak selalu. Banyak browser hijacker dikategorikan sebagai Potentially Unwanted Program (PUP), meskipun beberapa dapat menjadi bagian dari malware.

Apakah browser hijacking bisa mencuri password?

Ya. Dalam kondisi tertentu browser hijacker dapat mengarahkan korban menuju website phishing atau mencuri session cookie yang digunakan untuk autentikasi.

Bagaimana mengetahui browser terkena hijack?

Gejalanya meliputi homepage berubah, mesin pencari berganti sendiri, browser sering redirect, muncul iklan berlebihan, dan adanya ekstensi asing.

Apakah reset browser dapat menghilangkan browser hijacker?

Dalam banyak kasus, ya. Namun apabila hijacker berasal dari software yang terinstal di sistem operasi, pengguna juga perlu menghapus aplikasi tersebut.

Browser apa yang paling aman?

Tidak ada browser yang benar-benar kebal terhadap serangan. Google Chrome, Microsoft Edge, dan Mozilla Firefox sama-sama memiliki fitur keamanan yang baik apabila selalu diperbarui.

Apakah browser hijacking bisa terjadi di Android?

Bisa. Browser hijacker dapat masuk melalui aplikasi, browser, maupun APK yang berasal dari sumber tidak resmi.

Apakah browser hijacking bisa terjadi di iPhone?

Risikonya lebih kecil dibanding Android, tetapi tetap mungkin terjadi apabila pengguna memasang profil konfigurasi yang tidak terpercaya atau mengunjungi website berbahaya.

Referensi

  • Microsoft Learn – Browser Security
  • Microsoft Defender SmartScreen Documentation
  • OWASP Top 10
  • OWASP Session Management Cheat Sheet
  • OWASP Cross Site Scripting Prevention Cheat Sheet
  • Malwarebytes Labs – Browser Hijacker
  • Mozilla Support – Firefox Security
  • Google Chrome Help – Safe Browsing

Kesimpulan

Browser hijacking bukan sekadar gangguan berupa homepage yang berubah atau munculnya iklan berlebihan. Serangan ini dapat menjadi pintu masuk menuju ancaman yang lebih serius, seperti pencurian kredensial, penyalahgunaan session login, hingga pengalihan ke situs phishing.

Dengan memahami cara kerja browser hijacker, mengenali tanda-tandanya, serta menerapkan praktik keamanan yang direkomendasikan oleh Microsoft, OWASP, dan Malwarebytes, pengguna dapat mengurangi risiko menjadi korban serangan siber. Pada akhirnya, pertahanan terbaik bukan hanya teknologi yang digunakan, tetapi juga kebiasaan pengguna dalam menjaga keamanan aktivitas digital sehari-hari.
buat ini pakai bahasa gaul casual gaya indonesia keseharian. buat schema referensi juga

Referensi

Artikel ini disusun dengan mengacu pada praktik keamanan dan dokumentasi dari beberapa sumber terpercaya berikut.

  • Microsoft Learn – Browser Security
  • Microsoft Defender SmartScreen Documentation
  • Microsoft Security Blog
  • OWASP Top 10
  • OWASP Session Management Cheat Sheet
  • OWASP Cross Site Scripting Prevention Cheat Sheet
  • OWASP Browser Security Guidance
  • Malwarebytes Labs – Browser Hijacker
  • Mozilla Support – Firefox Security
  • Google Chrome Help – Safe Browsing
Galih Enggar

I am a Graphic Designer, SEO Writer, and Video Creator with a background in computer technology and communications. I have been involved in various projects encompassing graphic design, SEO writing, and social media management, including content planning, creation of design and video content, and social media advertising.
I am passionate about technology, including computers, networks, social media, vehicles, artificial intelligence, and productivity. I currently reside in Depok, West Java, Indonesia, and work as a content writer. Blogger facebook-f twitter linkedin instagram youtube email

If this article is useful, please leave any message in the comments.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama